medina

Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Sunday, 7 October 2012

Gema Kehidupan

Secuil kisah dari buku yang pernah saya baca.

 

Kisah ini berawal dari seoarang anak yang diajak Ayahnya berjalan jalan menyusuri perbukitan yang hijau. Sepanjang jalan hamparan hijau membentang, sungai meliak liuk bak ular menari.sang anak senang sekali karena mendapat pemandangan yang indah dan segar.

Sesampainya di sebuah lembah, di depan berdiri menjulang tinggi sebuah bukit, karena takjub akan pemandangan alam yang terbentang di depannya. Anak itu berjalan tanpa melihat apa yang dipijak, sehingga dia terjatuh karena tersandung oleh akar pohon, saat terjatuh anak kecil itu berteriak, "Aduh. Sakit". Ternyata tak lama setelah itu ada suara yang menirukan apa yang diucapkan anak tersebut, "Aduh. Sakit". 
Karena keheranan dengan fenomena yang baru dialami, anak tersebut berteriak lagu, "Siapa, Kamu"
Dan suara itupun kembali hadir dengan kata yang sama, "Siapa,Kamu"

Merasa ada yang mempermainkan diri anak kecil itu, anak tersebut berteriak lagi, "Keluar, kamu"
Dan lagi-lagi suara tersebut mengulang dengan sama; "Keluar, Kamu"
Anak tersebut lalu merasa kesal karena ada suara yang menirukannya, dan kemudian dia berteriak lagi ,"Pengecut, Kamu"
Sesaat kemudian ada suara yang menirukan kembali dengan nada yang sama, " Pengecut,  Kamu"

Dengan perasaan heran dan kesal, anak tersebut bertanya pada sang Ayah, "siapa yang menirukan suaraku itu, Yah. Kenapa semua ucapanku ditiru olehnya"

 

Dengan sabar dan bijak sang Ayah menjelaskan pada anak tesebut, "coba perhatikan Ayah baik-baik". Kemudian sang Ayah berteriak " Kamu Hebat, Nak"
Terdengaar jawaban yang sama," Kamu Hebat, Nak"

Anak tersebut masih tertegun keheranan, Sang Ayah berteriak lagi'"Kamu Luar Biasa" sama seperti teriakan - teriakan sebelumnya yang diikuti dengan suara dan nada yang sama, "Kamu Luar Biasa"

Anak tersebut masih terheran-heran sambil terus memandangi sang Ayah, dan tak sabar menunggu penjelasan."Anakku, wajar kalau kamu heran dengan fenomena ini. Ini merupakan pengalaman pertamamu berada di alam perbukitan. Orang menyebut suara yang dipantulkan kembali tersebut sebagai gema. Itulah pantulan suara / suara yang di pantulkan kembali"

Sang Ayah meneruskan penjelasannya, "Sama halnya dengan gema, kehidupan juga akan selalu memantulkan kembali apa yang telah kita berikan ke alam. Artinya apapun yang kita pikirkan, katakan, lakukan, maka hasil yang kita dapat sama seperti tersebut"
Sang Ayah menarik nafas panjang, dan meneruskan petuahnya,"Setiap saat kita berfikir positif, mengucapkan kata-kata bijak, selalu berbuat kebaikan, rajin belajar dan selalu disiplin, maka hidup akan menggemakan begitu banyak kebaikan dan keberkahan ke dalam setiap nafas kehidupan kita."
" Dalam kehidupan ini kita akan mendapat penghormatan karena kecakapan berfikir, mendapat penghargaan karena kepandaian dalam bertutur, berbicara, juga mendapat kasih dan pertolongan dari orang lain karena kebaikan-kebaikan kita. Sehingga kita akan mendapatkan kehidupan yang sukses"

Demikian secuil Kisah dari buku yang pernah saya baca:
*diceritakan kembali dari berbagai sumber


Marilah kita saling berlomba dalam kebaikan, karena kebaikan kita akan dipantulkan kembali. Apa yang telah kita berikan, nantinya seperti itulah yang akan kita terima.
Seperti hukum alam, atau miracle kehidupan. Jika kita selalu berfikir positif maka hidup akan selalu diliputi rasa cinta, kebahagiaan, di dalam hati kita dan sesama, Sebaliknya jika kita selalu berfikir negatif maka reaksi yang kita terima juga sama negatifnya, penuh rasa khawatir, curiga, galau.

Berikanlah kebaikan dan berbuat yang terbaik yang kita punya, maka insya Allah keberhasilan akan kita raih. Karena tidak ada keberhasilan karena keberuntungan semata. Setiap keberhasilan adalah rangkaian dari usaha-usaha yang telah kita lakukan sebelumnya.


So tunggu apalagi..
Berbuat kebaikan dan berikan yang terbaik
Biarkan alam atau kehidupan yang akan memantulkan kembali, sehingga kehidupan juga memberikan yang terbaik untuk kita.

Semoga bermanfaat untuk semua.
Saling mengingatkan dan berbagi kebaikan ya..

 


Wednesday, 3 October 2012

Catatan Kecil "Asa"


Allah sayang dg hambanya, ujian bukti kecintaanNya
Allah sayang dg orang2 yang beriman dan bertaqwa
Allah yakin hambanya mampu melewati ujianNya
Hanya Keiklasan menjalankan PerintahNya

Allah pasti punya rencana.
Ada asa, doa dipanjatkan
ketulusan dan kesabaran
keiklasan menjalankan

Allah yang menentukan
Apa masih kau ragukan itu???

Asaku semoga Allah selalu memberi yang terbaik






Renungan dari Pohon Teh

Sebuah pohon teh yang tumbuh di dataran tinggi
Setiap pagi pucuk daun teh di petik oleh manusia
Tapi Apakah pohon teh itu akan mati atau akan  habis daunnya???

Subhanallah..,





Pohon teh tersebut bukan nya mati
malahan duan teh nya semakin bersemi
bahkan menghasilkan daun teh yang berkualitas
Seperti itulah .. ibarat manusia yang suka bersedekah dengan tulus dan iklas
Apakah manusia itu akan jadi miskin??

Insya Allah

Dengan niat tulus iklas sedeqah yang kita lakukan akan di ganti berlipat-lipat oleh ALLAH SWT
amin.

Wednesday, 26 September 2012

Anger Management


marah bentuk energi yang terbuang sia-sia
marah menandakan sikap tidak cerdas
Ayo kita bersikap cerdas, dengan berusaha mengelola marah
Saling mengingatkan ya teman...

Mengutip dari buku antah berantah (lupa judul dan pengarangnya)
Mohon ijin untuk berbagi yang pernah saya baca
Terima kasih untuk suamiku, telah saya contek hasil coretannya
he… he….



Anger Management
1. Diam dan duduklah ketika sedang marah
2. Jangan mengambil keputusan ketika sedang marah
3. Bagi yang muslim, Segeralah ambil air wudhu dan sholatlah
4. Tidur, alternatif yang baik. Jangan makan dan minum (karena akan berpotensial bertambah berat badan)
Tidak ingin rugi dua kali kan, tubuh jadi berkurang keindahannya karena bertambahnya berat badan.
5. Jika terlanjur melakukan suatu tindakan, cermati dampaknya: menggembirakan/berhasil atau justru menimbulkan permasalahan baru
6. Menyendirilah ketika marah, usahakan jangan sampai orang lain tahu.
Tidak ada kemarahan yang menyelesaikan masalah.
7.Selalu mengingat bahwa marah menunjukkan bahwa anda tidak cerdas.
Semoga saling mengingatkan untuk menuju insan yang berbudi



Monday, 30 April 2012

Diaryku -Semangat pagi-

      Pagi cerah di sambut dengan mentari yang menyapa lembut, kicau burung bernyanyi bersautan menambah semaraknya suasana hari jumat ceria.
Pagi ini suasana di Kampus UNDIP Pleburan terlihat sejuk dan segar selepas diguyur hujan tadi malam.

Saya dan beberapa staf UNDIP yang selalu setia menggunakan sarana transportasi massal -bus kesayangan kami UNDIP- menunggu di pintu  gerbang kampus UNDIP Pleburan. Kami selalu duduk dan berbincang sambil menanti jam keberangkatan bus. 
Pagi itu saya melihat ibu yang sudah sepuh tapi masih kuat dan semangat, beliau duduk satu deret dengan saya. Beliau kemudian bercerita dengan sebelahnya (saya hanya sebagai pendengar yang baik). Dari perbincangan beliau dengan sebelahnya saya tahu bahwa beliau berumur 65 tahun, pensiun bulan April ini dan masih di karyakan kembali. Ternyata beliau mengalami masa – masa UNDIP sewaktu di Bojong – kata beliau sekarang jalan Pemuda dan saat ini sudah menjadi Pom Bensin- Waktu itu UNDIP hanya mempunyai Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, dan satunya maaf saya lupa……. He…he……
Kemudian tahun 1975 saat UNDIP pindah Pleburan beliau juga ikut pindah ke Pleburan. Sampai kemudian UNDIP pindah lagi ke Tembalang beliau juga ikut pindah ke Tembalang. Subhanallah beliau mengalami 3 kali masa perpindahan UNDIP.
Karena asyik mendengarkan cerita dari beliau, tak terasa bus UNDIP kesayangan kami telah tiba. Kami bergegas naik untuk meneruskan perjalanan menuju kampus UNDIP Tembalang.
Sesampainya di Rektorat UNDIP Tembalang –tempat terakhir pemberhentian bus UNDIP-, saya masih harus meneruskan perjalanan lagi untuk menuju kampus PSIK yang nun jauh di sana. Saya seperti biasanya menanti angkot di depan rektorat, yang akan  membawa saya menuju ke Fakultas Ilmu Kelautan –batas pemberhentian angkot-. Dari Kelautan saya harus jalan kaki lagi dengan kondisi jalan yang menanjak terus untuk menuju PSIK. He… he…   hitung-hitung olah raga.
Saat saya sedang menanti angkot, beliau datang menghampiri saya. Beliau bertanya, “Mau kemana Mbak?”
“Saya mau ke Keperawatan Ibu”. Jawab saya
“Jalan kaki saja Mbak, bareng Saya” Pinta Beliau
Saya kira ibu itu arahnya mau ke teknik mesin karena kadang saya melihat beliau sewaktu ikut dengan bus UNDIP pasti jalan kaki untuk melanjutkan perjalanannya, saya mencoba bertanya, “Maaf Ibu  kearah mana”
“Saya FIK, Mbak. Sekalian olah raga Mbak” jawab beliau sambil jalan dengan membawa tas punggung seperti saya.
Saya sedikit terkejut dan takjub, ibu tersebut sudah berumur 65 tahun tapi masih kuat, sehat, segar, masih semangat, ceria, dengan memakai tas ranselnya mantap berjalan kaki. Saya yang umurnya belum ada separuhnya masak kalah dengan beliau, Dalam hati saya berkata, “Saya kalau tidak ikut jalan kaki dengan beliau-malu hati rasanya-“
Saya akhirnya jalan kaki bersama dengan beliau, ternyata langkah kakinya masih energik, kuat, terbukti saya sering ketinggalan di belakang he…he……Beliau belok ke Gedung D Kelautan yang letaknya hampir dekat dengan kampus Keperawatan –hanya selisih satu tanjakan- jalan menuju kesana terus menanjak. He..he.. saya membayangkan ibu itu hampir sering jalan kaki dari Rektorat, sedangkan saya he.. he… masih bermanja dengan naik angkot. Saya ternyata kalah dengan beliau.
Setelah melewati satu tanjakan lagi, akhirnya saya sampai di kampus PSIK. Sesampainya di ruangan dengan nafas masih “ngos-ngosan” saya ambil satu gelas besar air putih langsung saya habiskan.
-Hormat saya pada beliau: Ibu Ngesti-
Memberi saya semangat di Pagi Hari, Walau usia sudah mulai senja tapi semangat beliau seperti cerahnya pagi hari. Memberi motivasi bagi saya yang masih muda untuk berbuat yang lebih baik dan memberikan yang terbaik.

Semangat!!!

*Coretan di pagi hari*