medina

Showing posts with label diary. Show all posts
Showing posts with label diary. Show all posts

Tuesday, 7 August 2012

Doa Untuk Bapak

03 Agustus 2012
Bapak…
Andai dapat ku putar waktu
Masih ingin ku mendengar petuah, nasehat dariMu
Masih ingin mencium telapak tanganMu, tuk meminta restu dariMu
Masih terasa peluk kasih sayangMu
Harapku ingin Bapak tetap berada disini bersamaku
Menemaniku, mendampingiku menjadi bagian kehidupanku
Bapak…
Teringat perjuanganMu
Dengan dada yang lapang, sabar mendidik kami (anak-anak)
Yang  hidupnya  bukan hanya untuk diri sendiri,
tetapi juga untuku, Ibu, kakak-adikku, dan saudara – saudara Bapak (adik-adik Bapak)
Mendidikku belajar mengaji, tuk MendampingiMu menghadapNya
Hanya Bingkisan doa yang dapatku haturkan untukMu, doaku  (doa seorang anak) untuk kehidupanMu
Bapak…
Sesal dan tangis air mataku
Belum bisa membahagiakanMu
Maafkan aku Bapak
Bapak …
Kami (anak-anakMu) akan selalu merindukanMu
Selalu mengenangMu, tiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan tahun
Kami kehilangangan sosok panutan yang tiada duanya, yang menjadi pemimpin disaat kami kehilangan arah
Kami kehilangan sosok yang tak pernah lelah menyayangi, membimbing, melindungi, menasehati dan memanjakan kami
Kami merindukan perbincangan-perbincangan seperti dulu
Merindukan diskusi dan masukan disaat kami membutuhkannya
Masih teringat disaat Beliau berpetuah pada kami.
Kini tak mungkin terulang kembali
Masih teringat jelas saat Beliau terisak saat sujud malamnya
Mendoakan anak-anaknya
Masih teringat jelas saat Bapak Sholat Subuh untuk yang terakhir kalinya
Masih jelas kalimat Laa ilaha ilallah dan ucapan Allah terucap dari Bapak sebelum
Akhirnya Bapak tak sadarka diri hingga Allah memintanya Kembali

Bapak …
Kini telah meninggalkan kami
Meninggalkan untuk selama – lamanya


Ya Allah
Berikanlah Bapak umur yang berkah barokah disetiap detiknya, sehingga tak ada waktu yang tersia-sia di Mata-MU
Berikanlah  kehidupan yang mulia
(Ampunilah dosanya
Terimalah semua amal ibadahnya
Tetapkan dan kuatkan iman islamnya
Berikanlah dia tempat yang mulia disisiMu
Lapangkanlah dan terangkanlah kuburnya
Limpahkan rahmat dan kasih sayangMu kepadanya
Janganlah kau siksa dia pada api nerakaMu, Tapi Berikanlah dia nikmat surgaMu
Semoga dia tenang, damai dan bahagia disisimu
Selamanya, Amin)*
lapangkanlah kuburnya, sayangilah Bapak sebagaimana mereka merawat dan menyayangi kami diwaktu kami masih kecil.
Tempatkan  Bapak di surga Allah yang terindah
Selamat jalan Bapak…..
Kami akan selalu menyayangimu
Karena engkau pahlawan di hati kami

“Allah  tidak  membebani  seseorang  melainkan  sesuai  dengan  kesanggupannya.  Ia mendapat  pahala  (dari  kebajikan)  yang  diusahakannya  dan  ia  mendapat  siksa  (dari kejahatan)  yang  dikerjakannya.  (Mereka  berdoa)  :”Ya  Tuhan  kami,  janganlah  Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau berikan kepada orang- orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampuni kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.”(QS. Al-baqarah : 286)

“Apabila  seorang  anak  Adam  meninggal  dunia,  maka  amalnnya  terputus,  kecuali  3 macam,  yaitu  : harta  yang  diwakafkan,  ilmu  yang bermanfaat, atau anak  shaleh  yang mendoakan dirinya” (HR Muslim)

(Ya Allah. Jadikanlah aku anak yang shaleha, sehingga aku dapat menjadi pembuka gerbang surga untuknya. Ya Allah. Lindungilah orang yang kucintai dan mencintaiku dengan cintaMu)*.

Selamat Jalan Bapak…



Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”




 Buat bapak Masidjan, saya bangga menjadi anakmu. 

Monday, 9 July 2012

Doa dari Seorang Anak

Meniti jalan pedestrian di kawasan pertokoan simpang lima, tapi kali ini ada yang berbeda.
Sore ini tatkala sang mentari turun dari singgasana menuju peristirahatan malamnya
Saya pulang dari beraktifitas, turun dari bus karyawan UNDIP di ujung kawasan simpang lima.
Biasanya setiap menyusuri setapak demi setapak kaki ini melangkah ada perasaan senang akan kembali dan mengistirahatkan beban dan pikiran, bertemu dan bercengkrama dengan keluarga, menuju istana tercinta (bagiku rumah adalah istanaku)
 Tapi sore ini sudah dua pekan lebih, saya melintasi jalan yang sama dengan perasaan dan tujuan yang berbeda.
Setiap langkah kaki saya yang terucap doa dan sholawat hanya saya tujukan untuk kesembuhan Bapak saya yang tercinta.
Saat ini Beliau sedang berbaring belum sadarkan diri di ruang ICU selama dua pekan karena stroke haemoragic.
Tak jemu jemunya lidah dan bibir ini melafalkan dan melantunkan ayat - ayat sucimu.
hanya meminta mukjizat dari MU ya ALLAH untuk kesembuhan Bapak, lekas sadar dan merespon kami.

Kejadian berawal dari saat subuh, seperti biasa pagi itu Bapak ke mushola dekat rumah untuk menunaikan sholat subuh, setelah sholat subuh Bapak berdzikir. tiba-tiba Bapak pingsan, sebelum jatuh Bapak sudah di sangga dengan jamaah lain.
lalu Ibu, adekku, saya dan suami datang ke mushola.  Ibu selalu membimbing Bapak dengan kalimat Laa ilaha ilallah.
Sempat saya bisikkan bahwa Ibu, mas Heru, saya, Bangun, mas Yudy sayang sama Bapak, Bapak yang kuat sehat. Bapak saat itu sudah sadar dan masih bisa merespon semua komunikasi kami.
Entah mengapa saya begitu ingin mengucapkan kata itu di Bapak.
lalu Bapak langsung di bawa ke RS dekat pusat kota, di sepanjang jalan Bapak masih berucap Laa ilaha ilallah dengan bimbingan Ibu. sesampainya di UGD Bapak masih bisa merespon saat dokter syaraf memeriksa, masih bisa berjabat tangan walau lemah, dan agak pelo waktu itu tensi 130/90. 
dan kami sekeluarga tak lepas selalu membing Bapak untuk mengucapkan kalimat-kalimat ALLAH.
Bahkan Bapak sempat minta maaf sama suami saya. karena sebetulnya sore itu kami hendak pergi ke Yogya menghadiri pernikahan tante -adik sepupu Bapak-
Tak selang berapa lama Bapak tiba-tiba teriak ALLAH, ALLAH kemudian muntah dan menggeget bibir setelah itu Bapak tak sadarkan diri sampai sekarang.

Baru kali ini saya memasuki dan melintasi mal demi mal tapi tak menikmati suasana mal baik pesta diskon, sale atau cuci gudang lah atau bermacam macam cara toko untuk menarik pembelinya.  
Kali ini saya melintasi Plaza Mal matahari atau mall Citraland hanya mencari jalan pintas untuk menuju ke tempat RS dimana Bapak dirawat.
Satu yang saya tuju tempat ICU, tempat Bapak saya berbaring, dan melantunkan kalimat - kalimat ALLAH

Kusimpan novel - novel baik karangan Julia Q, Julie G, Sabrina, Stephanie L, Daniel S, Johanna L, biasanya menjadi teman di kala sepi. Bahkan 2 novel karangan Enid Blyton masih terbungkus rapi plastik toko dan masih tertera label harga belum sempat saya jamah. 2 Novel lagi ( Julie G dan Sabrina) entah kapan akan saya lanjutkan membacanya.
Saya sudah tak peduli lagi dengan novel itu.

Bacaan yang biasanya saya baca hanya setelah sholat Dhuha dan setelah Magrib itupun mungkin  hanya sampai 2 Ain.sekarang menjadi buku wajib untuk menyejukkan hati dan mengisi waktu hanya untuk Bapak.
Ya Al Quran. yang dibutukan Bapak hanya doa dari anak yang sholehah.
Saya akui mungkin dulu saya khilaf terlena dengan novel. 

Saya teringat sewaktu SD Bapak dengan susah payah mencarikan saya guru ngaji.
Sekarang saya membacakan surat yasin untuk Bapak.
Saat Bapak masih di UGD saat awal Bapak tak sadarkan diri, sempat saya membacakan surat yasin dari Hp suami. Saya teringat jerih payah Bapak saat mencarikan guru ngaji privat untuk saya, dan sekarang sayalah yang akhirnya membacakan surat yasin di dekat telinga Bapak. 
Terlihat Bapak meneteskan air mata.

Ya Allah satu pinta dari hambamu, pinta dari seorang anak 
jauhkanlah Bapak dari penderitaan
jangan sakiti Bapak terlalu lama
berikan mukjizat bagi Bapak
berikanlah kesembuhan, lekas sadar dari memberi respon / kontak dengan keluarga kami
 Semoga Kau kabulkan doa hamba ini ya ALLAH.
amin





Tuesday, 19 June 2012

Waktu pada jam tanganku menunjuk pada angka 16.00 WIB, pada hari - hari biasa kami  pulang pada waktu tersebut. Berhubung hari ini merupakan hari yang sangat luar biasa he......... kami semua di kampus sedang sibuk dalam rangka akreditasi kebetulan hari itu merupakan saat berkunjungnya asesor ke tempat kami. Kami para staf di harap untuk menunggu sampai selesainya asesor, baru diperbolehkan untuk pulang,

Demikian dengan saya, karena mendengar kabar desas - desus bahwa nanti selesainya sampai pukul 21.00 WIB, sayapun menelepon memberitahu suami kalau pulang malam. 
Tak selang berapa lama dari saya menelopn, ada pemberitahuan bahwa asesor telah selesai dan semua staf diperebolehkan pulang. 
Saat itu jam di dinding ruang administrasi umum menunjuk pukul 17.28.WIB. 

Dilema bagi saya yang tak berani naik sendiri kendaraan bermotor roda dua, karena kalau jam segitu otomatis saya  sudah di tinggal Bus karyawan UNDIP, naik angkot kampus jelas pasti sudah jarang, menunggu suami lebih tak jelas lagi pulang jam berapa yang pasti malam sekali. he...he... maaf ya mas.....

akhirnya saya memutuskan pulang nebeng / mencari tebengan teman sampai keluar kampus (yang terpenting keluar kampus dulu) biar mengemat watu, dan memburu waktu untuk berbuka.

Saran mbak Widha dan mbak Septi diminta bareng mas Heri kebetulan naik Avanza, tapi saya memilih untuk menebeng Yuni yang naik motor. Dengan berkelakar dengan mbak Widha dan Septi, tidak mau naik avanza mbak, mauku naik alphard wkk..wkk..wkk dengan bersiap membonceng Yuni. Belum lengkap kaki ini di badan motor yuni, mas Heri tiba- tiba mundur dan menurunkan jendela avanzanya, "Rinn bareng ga.....Aku mau ke Tlogo Sari". 

Dengan pertimbangan waktu, kalau saya ikut motornya Yuni, saya masih naik angkot 2 kali dan sampai rumah akan memakan waktu 1 jam, sampai di rumah paling cepat jam 18.30, nanti takutnya saya ga kebagian magriban. Akhirnya saya memutuskan naik avanzanya mas Heri. 
Terdengar ketawanya Mbak widha dan mbak Septi di belakang saya he............+_^

Alhamdulillah karena lewat tol waktu yang dibutuhkan sampai kota bawah tak sampai setengah jam, jam 17.58 saya sudah sampai di Supriyadi. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada mas Heri atas nunutannya, sehingga saya bisa lekas sampai di tujuan. 

Selanjutnya saya meneruskan perjalanan ke arah pedurungan mas Heri Ke arah tlogosari.
Saya melanjutkan perjalanan dengan naik angkot, setibanya di gang masuk kauman saya melihat seperti adek tercintaku Bangun, setelah saya amat -amat kok memang mirip adekku, dari gendutnya, posturnya, sampai motor revonyapun sama.
untungnya ada penumpang lain yang juga turun di kauman, akhirnya saya juga memutuskan turun di jalan kauman. Dengan keyakinan penuh saya mendekati sosok itu, setelah hampir dekat kok sosok itu tak dekati diam saja, setelah benar - benar dekat oaaalaahhhhhh ternyata bukan adekku  hua...... hua... hua.. padahal kalau dari kauman jalan kaki kerumah lumayan jauh. Akhirnya saya memutuskan untuk naik becak dan memutuskan ke rumah orang tua yang jalurnya lebih lurus. 

Setelah saya sampai rumah dan cerita kepada bapak ibu dan adekku yang ternyata lagi asyik liah tv  ketawa semua....... 
apes ..apes.... he.........


Friday, 11 May 2012

Teriakan di Tengah Malam


Sepenggal kisah ini jauh dari kesan misteri, gaib, makhluk halus, apalagi yang marak di bioskop - bioskop indonesia kisah horor, ataupun mistis.
Cerita ini saya mulai dari hari jumat malam, selesai pulang kerja, packing, langsung menuju ke stasiun Tawang Semarang untuk menanti kedatangan si hitam manis Harina yang akan membawa saya ke kota Paris van Java.
Malam mulai merambat naik, kereta yang kami tunggu belum datang juga, tak lama kami mendengar lantunan lagu yang di dendangkan oleh musisi lokal yang membawa lagu - lagu tempo dulu (suasananya di buat seperti show kecil) membuat suasana di stasiun kerata Tawang seperti pada masa dulu kala.
Tak terasa waktu menunjuk pada angka 21.00 WIB kereta yang kami nanti akhirnya datang juga. Kami berbegas naik ke atas gerbong yang ada, kami mencari no kursi yang sudah tertera di tiket kereta. Sehubungan dengan pembelian tiket yang mendadak dan ditambah dengan weekend, kami tidak kebagian tiket yang esekutif, kami bersyukur masih kebagian tiket walau di kelas bisnis.
he.......

Kereta melaju di jalur relnya, stasiun demi stasiun telah disinggahi, kota demi kota telah terlewati.
Sepanjang perjalanan pemandangan yang tampak hanya kilauan lampu dan gelapnya malam.
sampai tak terasa akhirnya saya tertidur, karena dari pulang kerja, packing langsung berangkat ke kota kembang Bandung. Efek lelah, capai masih terasa.
Hingga tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara-suara, dan teriakan-teriakan yang menyayat  hati. Dalam hati bertanya ini mimpi atau nyata. Setelah sepenuhnya tersadar dari semua tahapan tidur. Saya memandang alexander christie yang melingkar di pergelangan tangan saya, waktu menunjuuk pukul 02.00. Awal mula terdengar sayup - sayup suara memangil, kemudian teriakan lantang, saya bertanya malam - malam ada suara teriakan-di tambah posisi kereta berhenti dan suami tertidur pulas-.
Setelah saya amati dengan seksama tenyata teriakan - teriakan itu berasal dari para pedagang yang menjajakan dagangannya untuk para penumpang di stasiun atau di dalam kereta api -maaf nama stasiun/kotanya lupa-
Para pedagang itu berusaha menjajakan dagangannya dengan berbagai cara agar dagangannya terjual, walau melalui jendela kecil atau di depan gerbong kereta api.
Saya langsung merenung mereka malam - malam masih berjualan dengan teriakan - teriakannya, sedangkan kita pasti sudah tertidur dengan memeluk bantal guling dan terbui bunga tidur.

Mereka para pedagang kecil di stasiun kereta tiap hari, tiap malam pasti mencari sesuap nasi demi anak dan keluarganya. Teriakan - teriakan mereka di tengah malam tersebut untuk menghidupi keluarganya di rumah.
Bagi mereka tidak mengenal waktu yang terpenting bagaimana agar dagangannya laku dan mendapatkan uang untuk keluarganya di rumah.

Disisi lain saya pernah membaca pedaganga asongan di larang berjualan di stasiun kereta api
Untuk info bisa di buka di
http://surabaya.detik.com/read/2012/02/23/091531/1849602/475/pedagang-asongan-demo-tuntut-bisa-berjualan-di-kereta-api
http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/02/23/145858/Pedagang-Asongan-Lamongan-Protes-Larangan-Berjualan-di-Kereta