medina

Showing posts with label religi. Show all posts
Showing posts with label religi. Show all posts

Wednesday, 3 October 2012

Catatan Kecil "Asa"


Allah sayang dg hambanya, ujian bukti kecintaanNya
Allah sayang dg orang2 yang beriman dan bertaqwa
Allah yakin hambanya mampu melewati ujianNya
Hanya Keiklasan menjalankan PerintahNya

Allah pasti punya rencana.
Ada asa, doa dipanjatkan
ketulusan dan kesabaran
keiklasan menjalankan

Allah yang menentukan
Apa masih kau ragukan itu???

Asaku semoga Allah selalu memberi yang terbaik






Renungan dari Pohon Teh

Sebuah pohon teh yang tumbuh di dataran tinggi
Setiap pagi pucuk daun teh di petik oleh manusia
Tapi Apakah pohon teh itu akan mati atau akan  habis daunnya???

Subhanallah..,





Pohon teh tersebut bukan nya mati
malahan duan teh nya semakin bersemi
bahkan menghasilkan daun teh yang berkualitas
Seperti itulah .. ibarat manusia yang suka bersedekah dengan tulus dan iklas
Apakah manusia itu akan jadi miskin??

Insya Allah

Dengan niat tulus iklas sedeqah yang kita lakukan akan di ganti berlipat-lipat oleh ALLAH SWT
amin.

Wednesday, 19 September 2012

Memperingati 40 hari wafatnya Bapak Tercinta

40 hari wafatnya Bapak Tercinta






Bapak…
Andai dapat ku putar waktu
Masih ingin ku mendengar petuah, nasehat dariMu
Masih ingin mencium telapak tanganMu, tuk meminta restu dariMu
Masih terasa peluk kasih sayangMu
Harapku ingin Bapak tetap berada disini bersamaku
Menemaniku, mendampingiku menjadi bagian kehidupanku
Bapak…
Teringat perjuanganMu
Dengan dada yang lapang, sabar mendidik kami (anak-anak)
Yang  hidupnya  bukan hanya untuk diri sendiri,
tetapi juga untuku, Ibu, kakak-adikku, dan saudara – saudara Bapak (adik-adik Bapak)
Mendidikku belajar mengaji, tuk MendampingiMu menghadapNya
Hanya Bingkisan doa yang dapatku haturkan untukMu, doaku  (doa seorang anak) untuk kehidupanMu
Bapak…
Sesal dan tangis air mataku
Belum bisa membahagiakanMu
Maafkan aku Bapak
Bapak …
Kami (anak-anakMu) akan selalu merindukanMu
Selalu mengenangMu, tiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan tahun
Kami kehilangangan sosok panutan yang tiada duanya, yang menjadi pemimpin disaat kami kehilangan arah
Kami kehilangan sosok yang tak pernah lelah menyayangi, membimbing, melindungi, menasehati dan memanjakan kami
Kami merindukan perbincangan-perbincangan seperti dulu
Merindukan diskusi dan masukan disaat kami membutuhkannya
Masih teringat disaat Beliau berpetuah pada kami.
Kini tak mungkin terulang kembali
Masih teringat jelas saat Beliau terisak saat sujud malamnya
Mendoakan anak-anaknya
Masih teringat jelas saat Bapak Sholat Subuh untuk yang terakhir kalinya
Masih jelas kalimat Laa ilaha ilallah dan ucapan Allah terucap dari Bapak sebelum
Akhirnya Bapak tak sadarka diri hingga Allah memintanya Kembali

Bapak …
Kini telah meninggalkan kami
Meninggalkan untuk selama – lamanya


Ya Allah
Berikanlah Bapak umur yang berkah barokah disetiap detiknya, sehingga tak ada waktu yang tersia-sia di Mata-MU
Berikanlah  kehidupan yang mulia
(Ampunilah dosanya
Terimalah semua amal ibadahnya
Tetapkan dan kuatkan iman islamnya
Berikanlah dia tempat yang mulia disisiMu
Lapangkanlah dan terangkanlah kuburnya
Limpahkan rahmat dan kasih sayangMu kepadanya
Janganlah Kau siksa dia pada api nerakaMu, Tapi Berikanlah dia nikmat surgaMu
Semoga dia tenang, damai dan bahagia disisimu
Selamanya, Amin)*
lapangkanlah kuburnya, sayangilah Bapak sebagaimana mereka merawat dan menyayangi kami diwaktu kami masih kecil.
Tempatkan  Bapak di surga Allah yang terindah
Selamat jalan Bapak…..
Kami akan selalu menyayangimu
Karena engkau pahlawan di hati kami

“Allah  tidak  membebani  seseorang  melainkan  sesuai  dengan  kesanggupannya.  Ia mendapat  pahala  (dari  kebajikan)  yang  diusahakannya  dan  ia  mendapat  siksa  (dari kejahatan)  yang  dikerjakannya.  (Mereka  berdoa)  :”Ya  Tuhan  kami,  janganlah  Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau berikan kepada orang- orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampuni kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.”(QS. Al-baqarah : 286)

“Apabila  seorang  anak  Adam  meninggal  dunia,  maka  amalnnya  terputus,  kecuali  3 macam,  yaitu  : harta  yang  diwakafkan,  ilmu  yang bermanfaat, atau anak  shaleh  yang mendoakan dirinya” (HR Muslim)

(Ya Allah. Jadikanlah aku anak yang shaleha, sehingga aku dapat menjadi pembuka gerbang surga untuknya. Ya Allah. Lindungilah orang yang kucintai dan mencintaiku dengan cintaMu)*.

Selamat Jalan Bapak…



Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”



Saya persembahkan untuk bapak tercinta Masidjan 
semua sayang dan bangga terhadap bapak

Tuesday, 7 August 2012

Doa Untuk Bapak

03 Agustus 2012
Bapak…
Andai dapat ku putar waktu
Masih ingin ku mendengar petuah, nasehat dariMu
Masih ingin mencium telapak tanganMu, tuk meminta restu dariMu
Masih terasa peluk kasih sayangMu
Harapku ingin Bapak tetap berada disini bersamaku
Menemaniku, mendampingiku menjadi bagian kehidupanku
Bapak…
Teringat perjuanganMu
Dengan dada yang lapang, sabar mendidik kami (anak-anak)
Yang  hidupnya  bukan hanya untuk diri sendiri,
tetapi juga untuku, Ibu, kakak-adikku, dan saudara – saudara Bapak (adik-adik Bapak)
Mendidikku belajar mengaji, tuk MendampingiMu menghadapNya
Hanya Bingkisan doa yang dapatku haturkan untukMu, doaku  (doa seorang anak) untuk kehidupanMu
Bapak…
Sesal dan tangis air mataku
Belum bisa membahagiakanMu
Maafkan aku Bapak
Bapak …
Kami (anak-anakMu) akan selalu merindukanMu
Selalu mengenangMu, tiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan tahun
Kami kehilangangan sosok panutan yang tiada duanya, yang menjadi pemimpin disaat kami kehilangan arah
Kami kehilangan sosok yang tak pernah lelah menyayangi, membimbing, melindungi, menasehati dan memanjakan kami
Kami merindukan perbincangan-perbincangan seperti dulu
Merindukan diskusi dan masukan disaat kami membutuhkannya
Masih teringat disaat Beliau berpetuah pada kami.
Kini tak mungkin terulang kembali
Masih teringat jelas saat Beliau terisak saat sujud malamnya
Mendoakan anak-anaknya
Masih teringat jelas saat Bapak Sholat Subuh untuk yang terakhir kalinya
Masih jelas kalimat Laa ilaha ilallah dan ucapan Allah terucap dari Bapak sebelum
Akhirnya Bapak tak sadarka diri hingga Allah memintanya Kembali

Bapak …
Kini telah meninggalkan kami
Meninggalkan untuk selama – lamanya


Ya Allah
Berikanlah Bapak umur yang berkah barokah disetiap detiknya, sehingga tak ada waktu yang tersia-sia di Mata-MU
Berikanlah  kehidupan yang mulia
(Ampunilah dosanya
Terimalah semua amal ibadahnya
Tetapkan dan kuatkan iman islamnya
Berikanlah dia tempat yang mulia disisiMu
Lapangkanlah dan terangkanlah kuburnya
Limpahkan rahmat dan kasih sayangMu kepadanya
Janganlah kau siksa dia pada api nerakaMu, Tapi Berikanlah dia nikmat surgaMu
Semoga dia tenang, damai dan bahagia disisimu
Selamanya, Amin)*
lapangkanlah kuburnya, sayangilah Bapak sebagaimana mereka merawat dan menyayangi kami diwaktu kami masih kecil.
Tempatkan  Bapak di surga Allah yang terindah
Selamat jalan Bapak…..
Kami akan selalu menyayangimu
Karena engkau pahlawan di hati kami

“Allah  tidak  membebani  seseorang  melainkan  sesuai  dengan  kesanggupannya.  Ia mendapat  pahala  (dari  kebajikan)  yang  diusahakannya  dan  ia  mendapat  siksa  (dari kejahatan)  yang  dikerjakannya.  (Mereka  berdoa)  :”Ya  Tuhan  kami,  janganlah  Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau berikan kepada orang- orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampuni kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.”(QS. Al-baqarah : 286)

“Apabila  seorang  anak  Adam  meninggal  dunia,  maka  amalnnya  terputus,  kecuali  3 macam,  yaitu  : harta  yang  diwakafkan,  ilmu  yang bermanfaat, atau anak  shaleh  yang mendoakan dirinya” (HR Muslim)

(Ya Allah. Jadikanlah aku anak yang shaleha, sehingga aku dapat menjadi pembuka gerbang surga untuknya. Ya Allah. Lindungilah orang yang kucintai dan mencintaiku dengan cintaMu)*.

Selamat Jalan Bapak…



Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”




 Buat bapak Masidjan, saya bangga menjadi anakmu. 

Monday, 9 July 2012

Doa dari Seorang Anak

Meniti jalan pedestrian di kawasan pertokoan simpang lima, tapi kali ini ada yang berbeda.
Sore ini tatkala sang mentari turun dari singgasana menuju peristirahatan malamnya
Saya pulang dari beraktifitas, turun dari bus karyawan UNDIP di ujung kawasan simpang lima.
Biasanya setiap menyusuri setapak demi setapak kaki ini melangkah ada perasaan senang akan kembali dan mengistirahatkan beban dan pikiran, bertemu dan bercengkrama dengan keluarga, menuju istana tercinta (bagiku rumah adalah istanaku)
 Tapi sore ini sudah dua pekan lebih, saya melintasi jalan yang sama dengan perasaan dan tujuan yang berbeda.
Setiap langkah kaki saya yang terucap doa dan sholawat hanya saya tujukan untuk kesembuhan Bapak saya yang tercinta.
Saat ini Beliau sedang berbaring belum sadarkan diri di ruang ICU selama dua pekan karena stroke haemoragic.
Tak jemu jemunya lidah dan bibir ini melafalkan dan melantunkan ayat - ayat sucimu.
hanya meminta mukjizat dari MU ya ALLAH untuk kesembuhan Bapak, lekas sadar dan merespon kami.

Kejadian berawal dari saat subuh, seperti biasa pagi itu Bapak ke mushola dekat rumah untuk menunaikan sholat subuh, setelah sholat subuh Bapak berdzikir. tiba-tiba Bapak pingsan, sebelum jatuh Bapak sudah di sangga dengan jamaah lain.
lalu Ibu, adekku, saya dan suami datang ke mushola.  Ibu selalu membimbing Bapak dengan kalimat Laa ilaha ilallah.
Sempat saya bisikkan bahwa Ibu, mas Heru, saya, Bangun, mas Yudy sayang sama Bapak, Bapak yang kuat sehat. Bapak saat itu sudah sadar dan masih bisa merespon semua komunikasi kami.
Entah mengapa saya begitu ingin mengucapkan kata itu di Bapak.
lalu Bapak langsung di bawa ke RS dekat pusat kota, di sepanjang jalan Bapak masih berucap Laa ilaha ilallah dengan bimbingan Ibu. sesampainya di UGD Bapak masih bisa merespon saat dokter syaraf memeriksa, masih bisa berjabat tangan walau lemah, dan agak pelo waktu itu tensi 130/90. 
dan kami sekeluarga tak lepas selalu membing Bapak untuk mengucapkan kalimat-kalimat ALLAH.
Bahkan Bapak sempat minta maaf sama suami saya. karena sebetulnya sore itu kami hendak pergi ke Yogya menghadiri pernikahan tante -adik sepupu Bapak-
Tak selang berapa lama Bapak tiba-tiba teriak ALLAH, ALLAH kemudian muntah dan menggeget bibir setelah itu Bapak tak sadarkan diri sampai sekarang.

Baru kali ini saya memasuki dan melintasi mal demi mal tapi tak menikmati suasana mal baik pesta diskon, sale atau cuci gudang lah atau bermacam macam cara toko untuk menarik pembelinya.  
Kali ini saya melintasi Plaza Mal matahari atau mall Citraland hanya mencari jalan pintas untuk menuju ke tempat RS dimana Bapak dirawat.
Satu yang saya tuju tempat ICU, tempat Bapak saya berbaring, dan melantunkan kalimat - kalimat ALLAH

Kusimpan novel - novel baik karangan Julia Q, Julie G, Sabrina, Stephanie L, Daniel S, Johanna L, biasanya menjadi teman di kala sepi. Bahkan 2 novel karangan Enid Blyton masih terbungkus rapi plastik toko dan masih tertera label harga belum sempat saya jamah. 2 Novel lagi ( Julie G dan Sabrina) entah kapan akan saya lanjutkan membacanya.
Saya sudah tak peduli lagi dengan novel itu.

Bacaan yang biasanya saya baca hanya setelah sholat Dhuha dan setelah Magrib itupun mungkin  hanya sampai 2 Ain.sekarang menjadi buku wajib untuk menyejukkan hati dan mengisi waktu hanya untuk Bapak.
Ya Al Quran. yang dibutukan Bapak hanya doa dari anak yang sholehah.
Saya akui mungkin dulu saya khilaf terlena dengan novel. 

Saya teringat sewaktu SD Bapak dengan susah payah mencarikan saya guru ngaji.
Sekarang saya membacakan surat yasin untuk Bapak.
Saat Bapak masih di UGD saat awal Bapak tak sadarkan diri, sempat saya membacakan surat yasin dari Hp suami. Saya teringat jerih payah Bapak saat mencarikan guru ngaji privat untuk saya, dan sekarang sayalah yang akhirnya membacakan surat yasin di dekat telinga Bapak. 
Terlihat Bapak meneteskan air mata.

Ya Allah satu pinta dari hambamu, pinta dari seorang anak 
jauhkanlah Bapak dari penderitaan
jangan sakiti Bapak terlalu lama
berikan mukjizat bagi Bapak
berikanlah kesembuhan, lekas sadar dari memberi respon / kontak dengan keluarga kami
 Semoga Kau kabulkan doa hamba ini ya ALLAH.
amin





Wednesday, 2 May 2012

Ilmu Kulit

Isyarat Ilmu Kulit dalam Surat Al-Nisa ayat 56 

              Dalam surat Al-Nisa ayat 56
“Sesungguhnya orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukan mereka ke neraka; setiap  kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesugguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha bijkasana”

Dalam surat tersebut tersirat sebuah isyarat medis, yaitu kulit yang terbakar pada akhirnya akan kehilangan kemampuan untuk merasakan nyeri.

Lapisan kulit terbagi 3; Epidermis, Dermis, Subkutan. Lapisan Subkutan banyak mengandung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combotio Grade III (menembus subkutan), di tandai dengan hilangnya rasa nyeri. karena tidak berfungsinya ujung syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensor persepsi.
Itulah mengapa Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat menyiksa hambanya yang kafir supaya merasakan pedihnya azab. Maha besar Allah.
(dari berbagai sumber)