medina

Tuesday, 5 February 2013

Cara Allah Menyayangi Hambanya

 Manusia tak akan lepas dari coba dan uji dari Allah

 

Rasulullah SAW bersabda : ”Jika Allah mencintai seorang hamba maka Allah berikan cobaan baginya. Dan jika Allah mencintainya dengan kecintaan yang sangat maka Allah akan mengujinya.” 

Para sahabat Nabi bertanya : ”Apakah ujiannya?” 
Rasulullah SAW menjawab : “Tidak sedikit pun Allah tinggalkan baginya harta dan anak.”
(Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 81 : 188 ;Kanz al-‘Ummal hadits ke : 30793)



Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka ditimpakan ujian padanya.” (HR. Bukhari)


Ingin menjadi manusia yang selalu bertawaqal dan selalu mensyukri nikmat yang Allah beri
Senantiasa berdoa agar selalu mendapat pertolongan dari NYa


 

Tuesday, 29 January 2013

Jaminan Rezeki dari Allah

 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). Surah Huud (11:6)

Ya Allah, berilah hamba ini senantiasa kemurahan dan kemudahan rezeki Halal dari -MU.
Rezeki memang Allah yang mengatur, manusia bertugas berusaha, berikhtiar kepada Allah. 

Meminta yang terbaik dari Allah.

Berikanlah keluarga hamba ini kemudahan rezekiMu , dan bimbinglah agar selalu senantiasa berjalan di jalanMU.



 


Wednesday, 16 January 2013

Hitam

Terlintas di pikiran mengapa hitam diidentikkan dengan warna berduka. Mengapa bukan warna lain, mungkin pink atau yang lainnya. Entahlah.

       


Mulanya ingin tak mempercayai mitos tersebut, tapi kenapa orang terdekat yang paling aku sayangi, aku banggakan,  memberikan simbol tersirat untuk memberitahukan suatu pertanda, walaupun sering saya abaikan isyarat tersebut sehingga menimbulkan rasa menyesal, andai ku ikuti firasat tersebut?
Mengapa penyesalan selalu datang terlambat?

Bermula dari enam tahun yang lalu, tepatnya tahun 2007 Bapakku tercinta sering berpesan jika saya atau siapapun ke pusat perbelanjaan, Bapak nitip dibelikan baju atau kemeja berwarna hitam.
Karena selalu teringat jasa-jasa Beliau, dan sebagai anak yang berbakti pada orang tua saya pun membelikan kemeja yang diinginkan Bapak.
Terbersit di benak saya kenapa bapak meminta warna hitam, bukannya warna kesukaan bapak adalah warna biru, dan kenapa berpesan pada semua anak-anaknya.
Awalnya saya mengira mungkin karena pada saat itu suami beli hem hitam untuk acara paduan suara kantor, Bapak mungkin tertarik dengan hem tersebut. Anehnya walaupun sudah saya belikan Bapak masih saja berpesan pada kakak dan adik saya.

Firasat saya ada apa ini, siapa yang akan berduka?
Apakah Bapak, mengingat penyakit jantung Beliau?
Ku Tepis itu semua...

Setelah kakak dan adik membelikan hem hitam permintaan Bapak, dan saya juga membeli baju hitam.  tak lama kemuadian, Malaikat kecil kesayanganku diminta kembali oleh Sang Khalik.
Tetangga mengira yang di minta kembali adalah Bapak, karena yang sering keluar masuk rumah sakit karena penyakit jantungnya.
Tak ada yang mengira cucunya atau anak saya akan diminta Sang Khalik, karena sehat-sehatnya lucu-lucunya, paling gendut, ternyata diminta secara tiba-tiba.

Memang umur manusia tidak ada yang tahu, semua adalah milikNYA. Semua pasti akan berpulang, hanya tidak tahu kapan dan bagaimana.

Pada tahun 2012, saya dan suami berlibur di Pulau Dewata Bali (rencana ini sebetulnya sudah jauh - jauh sebelumnya) tapi baru bisa terlaksana saat bulan Mei saat ada libur sangat panjang, dan kami mendapat ijij libur.
Seperti halnya anak yang sayang dengan orang tua, menawarkan kepada Bapak mau dibawakan apa dari Bali. Permintaan dari Bapak adalah kaos joger warna hitam. Langsung hati ini merasa tak enak, padahal warna kaos kesukaan adik saya adalah hitam, kenapa Bapak juga memilih warna itu.
Ada apa ini???


Tapi kutepis firasat buruk tersebut, 
Selama saya di Bali saya kontak dengan orang rumah, alhamdulliah semua sehat-sehat saja. Sampai bulan Juni Bapak juga kondisi super sehatnya, saat kontrol dokterpun, dokter juga mengatakan Jantung bapak sehat.

Bahkan Bapak bersemangat untuk menghadiri pernikahan sepupunya (putrinya adik ibu), Rencananya sore harinya akan pergi ke Yogya untuk menghadiri pernikahan tanteku (panggilku). Akan tetapi pagi hari, saat Bapak selesai sholat subuh di Mushola, saat sedang berdzikir Bapak pingsan tak sadarkan diri hingga dirawat di ICU 35 hari dan 6 hari di rumah akhirnya Bapak menghembuskan nafas terakhir.

Bapak di minta Sang Khalik.

Sebelumnya Bapak juga memberi isyarat, memintaku untuk sering-sering telephon rumah dan banyak lagi pertanda, yang sangat saya sayangkan mengapa saya  menepis pertanda itu.
Mengapa?

Padahal dari lubuk hati ini ada terbersit perasaan itu, tapi saya tak mau "ngalup" (bahasa jawa)

Bapak....
Saya bangga terhadap bapak
Kami sayang kepada Bapak 

Semoga Amal ibadah Beliau diterima disisi Allah, Ditempatkan di sisi Mu. Di surga MU.
Amin

Kupersembahkan untuk Bapak Masidjan.



Thursday, 25 October 2012

Wisata Bali (Istana Tampaksiring)


                            Istana tampak siring yaitu istana kepresidenan Tampak siring terletak di desa Tampaksiring, Kecamatan Tampak siring, Kabupaten Gianyar, Bali. menurut sumber terletak pada ketinggian kurang lebih 700 meter dpl, berjarak kurang lebih 40 kilometer dari Denpasar. Posisi di kanan jalan dari arah Denpasar.

Asal usul diberi nama Tampaksiring berasal dari dua buah kata bahasa Bali yaitu "tampak" dan "siring" yang berarti "telapak" dan "miring".
Konon diriwayatkan yang tertera di daun lontar Usana Bali, berasal dari telapak kaki seorang Raja bernama "Mayadenawa"

Untuk sejarah dan profil Istana tampak siring dapat di unggah di web


http://www.presidenri.go.id/istana/index.php/statik/sejarah/tampak.html


http://www.presidenri.go.id/istana/index.php/statik/profil/istana/tampak.html 

 

Kalau ingin mengunjungi Istana Tampaksiring harus ijin terlebih dahulu, dengan membuat surat resmi.
Tak lupa memperhatikan ketentuan yang berlaku:
1. tidak diperkenankan pakai kaos (Pakaian sopan rapi)
2. Dilarang pakai sandal (Wajib pakai Sepatu)
3. Tidak diperbolehkan memakai Jeans harus celana Kain


Buat bapak penjaga terima kasih info pentingnya...
Mohon maaf karena kami tak tahu, tapi terima kasih telah diijinkan masuk walau di area luarnya .
Kami ucapkan terima kasih banyak buat bapak petugas.
Selamat Bertugas ya Pak

..Akhirnya rasa penasaran suami terbayar, karena katanya dulu waktu ke Bali tak sempat untuk ke Istana Tampak Siring..

Karena menurut suami, mengutip dari bung Karno bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengenang jasa para Pahlawan

Kalau saya dulu sempat berkeliling di Istana Tampaksiring tapi tak sempat melihat  di depannya. Pas lengkap kan....









Sebelum  Istana Tampaksiring ada obyek wisata baru,  diresmikan bulan November tahun 2011, namanya The Soekarno Center, Istana Mancawarna, terletak sebelah kiri jalan dari Denpasar.

Kami tak akan ketinggalan untuk melihat Istana Mancawarna, The Sukarno Center. Ternyata di dalamnya terdapat peninggalan Presiden pertama kita Soekarno.

Bagi anda yang ingin berwisata tapi juga mengingat sejarah, anda bisa ke objek tersebut.

To Be Continued...

Wednesday, 24 October 2012

Wisata Bali : Pasar Seni Sukawati (Art Market Sukawati) Gianyar



Hari kedua di Bali kami memutuskan untuk menuju Bali Utara. Kami mencoba untuk tidak menggunakan jasa guide. Kami menyewa kendaraan roda dua –motor- dari hotel dengan harga sewa per 24 jam hanya Rp. 75.000,-.

Dengan memanfaatkan computer yang disediakan oleh hotel, kami mencari melalui google maps arah yang menuju ke Istana Tampak Siring. Kami juga memetakan jalan mana saja yang nanti akan kami lalui dari peta Bali.

Akhirnya kami berangkat dari hotel pukul 09.00 WITA, dengan sepeda motor rental dan berbekal “GPS edisi terbatas” made in sendiri, kami siap berpetualang.
GPS Edisi Terbatas

Keluar dari hotel, kami selalu mengikuti rambu – rambu petunjuk arah menuju Ke Gianyar. Jujur saat di dalam kota –Denpasar- kami lebih agak ribet di banding dengan yang ada di luar kota. Rambu-rambu penunjuk jalan yang menuju luar kota lebih jelas, bagi kami yang bukan asli penduduk Bali sangat mudah mengikuti (Alhamdulillah tak nyasar). Bagi anda yang ingin berpetualang di Bali tanpa Guide, tidak usah khawatir, banyak penunjuk jalan dan yang paling ampuh jangan takut bertanya, mereka ramah-ramah kok. He…..

Dari dalam kota kami harus mencari jalan Tohpati, terus mengikuti arah yang menuju Istana Tampak Siring / Kab Gianyar. Setelah itu mudah tinggal mengikuti petunjuk dan “GPS edisi terbatas”
Jalan yang kita lewati, Batu Bulan, Celuk, Sukawati, Batuan, Blahbatu, Buruan, Bedulu, Pejeng, Pejeng Kelod.

Rencana awal kami tidak singgah ke Sukawati karena mengingat dulu pernah kesana dan kita nanti rencananya mau beli Di Kaos Joger. Ternyata suami menginginkan untuk singgah walau sebentar. Kami turun di Pasar sukawati / pusat oleh-oleh yang kami temukan pertama. Tapi kami merasa dulu sepertinya pasarnya tak seperti ini, tapi kami tetap coba masuk dan menawar kaos barong untuk suami dan anak lanang (Nur Aditya Aji).Karena kami datang awal, kami tiba di sana pukul 10.00, jadi kami mendapat harga yang murah. Karena menurut kepercayaan orang Bali bila pada saat baru buka dagangan langsung dapat jualan, maka akan memperlaris barang dagangan mereka. beruntungnya kami he...... sayang kami hanya beli dua potong baju....
Di pasar ini harus pintar-pintar menawar ya….
Suami ingin dengan lukisan bali, karena harga tawar menawar yang tidak mencapai kata mufakat akhirnya kami tidak jadi membeli lukisan

Kami meneruskan perjalanan, ternyata sampai dengan pasar yang kami maksud
Pasar Sukawati. 




Pasar Sukawati  yang Tradisional, lokasi depan Pasar Seni Sukawati













 Di pasar Sukawati ini suami mendapat apa yang diinginkan Yapp ... Lukisan penari Bali beserta bingkainya. Dengan negosiasi yang lancar kami mendapatkan lukisan tersebut dengan harga yang terjangkau dan ternyata bila dibandingkan dengan Toko oleh-oleh Krisna ternyata selisi harga Rp. 5000,- lebih murah di pasar Sukawati. Yuhuiii akhirnya .. ternyata kami berhasil menawar......




Di sana kami membeli yang di kota kami tak ada...

Barang dagangan yang di jajagan di sana antara lain, pakaian, celana, batik yang berciri khas Bali, ada tempat tissue, genta angin yang beraneka ragam, topeng barong, badcover khas Bali, kain pantai dll

Walau pada awalnya kami hanya ingin singgah sebentar dan tak ingin membeli barang-barang, ehhh ternyata kami menghabiskan waktu hampir dua jam he...... shopping... shopping... kalap mata.....
       




Pasar Sukawati terkenal dengan pasar seninya, pasar seni ini tidak hanya terkenal di indonesia tapi juga sampai di penjuru dunia. Pasar ini terdapat di Desa Sukawati Kabupaten Gianyar.

Jarak dari Denpasar -tempat kami menginap di jalan Teuku Umar- kurang lebih sekitar tiga puluh kilometer,  waktu yang kami butuhkan kurang lebih dengan naik motor/sepeda roda dua tak sampai 1 jam. Karena kami menikmati jalan (pemandangan yang ada) kecepatan yang kami tempuhpun paling kencang 60 km/jam -padahal khususnya saya memang takut naik motor, jadi suami kalo memboncengkan saya tak pernah kencang-. sttttt.... itulah alasan mengapa kami jalan nyantai he......
Menurut penjual yang ada di pasar sukawati, pasar buka dari jam 10.00 - 17.00 WIB, sedang pasar tradisonalnya dari jam 08.00-15.00 WIB.





Perjalanan kami lanjutkan ke Istana Tampak Siring
To be continued....